Wednesday, April 27, 2016

It's funny how reading can affect you

...like, suddenly I want to be able to speak French. Suddenly I thought that French is such a beautiful language and I want to learn it. On a whim, tho. I don't know if I'd have enough patience and will to actually learn it /throws a glance to my neglected-forever German dictionary/

...and suddenly this morning I found myself watching ASL lesson video on YouTube and followed the moves. /slow applauds/ Good job, mind. Good job. You find me another activities to do half-assed-ly /sighs/

...and this on a whim behavior brought to you by... too much reading fanfictions.

Sunday, April 24, 2016

Tuesday, April 19, 2016

Hiatus or completely discontinued?

Saya tidak akan mengaku-ngaku sebagai penulis, karena memang bukan. Saya cuma orang iseng kurang kerjaan yang kebetulan ketemu situs fanfiksi, lalu mulai merintis hobi menulis. Kalau bahasa Indonesia punya gramatikal tenses seperti bahasa Inggris, saya harus pakai past tense. Dulu saya hobi menulis. Dulu loh, ya.

Sepertinya begitu terlepas dari kesibukan kuliah (beres skripsian-tinggal leha-leha nggak jelas nunggu wisuda) mood saya buat nulis juga menghilang. Kalau ibarat embun, begitu matahari mulai meninggi, dia menguap. Bhahaha. Padahal tahun 2014 kayaknya lagi giat-giatnya. Tiap hari berasa adaaa aja inspirasi. Selalu menyempatkan diri buat nyalain laptop bentar terus ngetik. Lupa sih gimana awalnya, tapi sejak 2015 awal intensitas menulis mulai berkurang, sampai mandek hingga pergantian tahun 2016. Awal tahun ini masih sempat berniat untuk bangkit, tapi apa daya, kayaknya otak saya nggak sanggup merangkai kata-kata lagi.

Semua kesalahan saya bebankan pada kerjaan sekarang. Yang menuntut saya mantengin Microsoft Word sampe eneg. Nggak adil juga sih sebenernya, tapi mau gimana lagi. Saya butuh pembelaan diri, bhahaha. Terlalu mundane memang, jadi pikiran saya mulai karatan. Mungkin juga karena faktor pergantian tokoh favorit, jadi feelnya udah nggak dapet lagi. Gini nih kendala nulis fanfiksi, begitu udah nggak klop sama tokoh yang dipakai, udah. Nggak bisa ngapa-ngapain lagi. Itu saya sih, karena kebanyakan author bisa crossing fandom dengan nyaman. Mungkin karena mereka nulisnya obyektif, mengutamakan tema dan plot. Kalo saya... masalah pairing aja saklek nggak bisa reversible, apalagi harus nulis tokoh lain yang udah nggak masuk daftar favorit, mana bisa? Saya super subyektif. Jahat, ya? Iya. Saya sudah mengecap diri sendiri sebagai tokoh antagonis penyiksa uke, kok. Saya memang jahat.

Jadi, balik lagi ke aktivitas saya sejak jadi freelancing, sejak tiap hari mesti ngetik panjang lebar, saya jadi bosen banget ketemu Ms.Word. Ini tuh nggak kayak makan nasi yang bisa dilakuin tiap hari. Karena ketemu dokumen itu bener-bener bikin eneg. Akhirnya saya lebih lancar nulis manual di lembaran kertas. Tapi karena keterbatasan tenaga (Nulis manual itu capek, sumpah. mending ngetik ke mana-mana) yang tertulis ya inti kejadian aja. Plot utama. Tapi begitu dipindah ke dokumen, mandek juga. Aih, emang lagi nggak mood sih. Waktu luang; banyak. Kalo mau tiap hari pun saya bisa da nulis. Tapi ya itu, saya nggak pengen. Tiap buka dokumen story yang belum complete, saya cuma bisa menghela napas. Mau diapain ya itu cerita... Kalo masalah garis besar, saya udah kebayang. Tapi urusan rangkaiannya buat mencapai plot utama, itu yang saya nggak sanggup. Males euy. Ah ini apa lagi rambling nggak jelas.

Intinya... saya nggak tahu apakah ini hanya hiatus atau completely discontinued. Akhirnya saya paham apa yang membuat beberapa orang menghentikan penuturan cerita yang mereka lakukan, meski plotnya masih bisa dikembangkan luas. Bukan karena mereka nggak kepikiran alur selanjutnya, tapi karena kesulitan mengambil langkah selanjutnya. Karena menulis itu nggak semudah nerjemahin; in my opinion.

Lalu, apakah hiatus atau completely discontinued? Saya khawatir ini bakal jadi akhir hobi saya menulis. Mungkin saya mesti mencari jati diri, karena akhir-akhir ini kok kayak terombang-ambing nggak jelas. Tapi jujur, keinginan buat menulis masih ada, cuma... ya balik lagi ke sifat buruk saya. Males. Ahsudahlah.

PS: kalau kamu salah satu reader saya di fanfiksi, saya minta maaf. Saya memang suka seenaknya sendiri...

Friday, December 25, 2015

Lis nulis nulis


Sudah setengah tahun bener-bener vakum dari fanfiksi. Hampir setahun deng, soalnya dari awal 2015 udah jaraaaaaang banget nulis. Entah kenapa; lupa rasanya nulis. Lupa bagaimana bercerita pada diri sendiri. Lupa bagaimana mereka adegan-adegan sederhana, menuangkannya dalam rangkaian kata, dan bermain emosi.

I miss writing.

Mungkin lebih tepat disebut rindu nulis fanfiksi, sih. Karena kalo sekedar nulis, saya masih nulis. Kalo sekedar ngetik, saya ge ngetik mulu asaan. Udah ratusan lembar loh yang saya ketik. Ngetik apa lagi kalo bukan naskah-alih-bahasa. Aih, mungkin gara-gara itu jadi enek tiap buka Ms.Word. Bosen. Akibatnya? Ya mungkin si ilham nggak kunjung datang. Aikamu main ke mana sih,Il? Udah lama banget nggak mampir ih, kangen :(

Kalo nggak ada tanggungan 2 judul "on progress" mungkin saya bisa lebih tenang. Eh sebenernya sih saya nggak begitu mikirin itu sih, hahaha orz orz orz. Saya seenaknya berganti haluan (read: ship, iykwim) dan rasanya nggak nge-feel lagi sama ship yang itu tuh. I'm terribly sorry! orz orz orz
Saya cuma pengen nulis, meski nggak tahu mau nulis apa juga. Eh ada bayangan sih, cuma kok tersendat, ya? Entah kenapa gagap banget ngetiknya, satu paragraf pun nggak utuh. Saya lupa rasanya bikin kalimat sendiri... :(

Belum ganti tahun sih, tapi boleh lah ya bikin resolusi... Tahun depan saya harus kreatif lagi. Karena tahun ini saya nggak ngapa-ngapain. Hampir 6 tahun loh itu username di fanfiksi. Untuk tahun ke-enam, sanggupkah saya bikin kejutan lagi? Aih, kok nulisnya jadi setahun sekali pas anniversary, hahaha. Sudahlah. Random.

Sunday, October 11, 2015

Is it possible?


Is it?
I don't know. I'm anxious to find out, I'm too nervous to wait. But it takes time, it takes a long time. Should I continue? Or shouldn't I?
Everyday, there's this voice telling me that it's no use, that I won't be able to do it, that I can't push myself forward, that I'm not patient enough to wait, and that I should just give it a rest already.
But even so, everyday, there's this another voice that telling me, maybe you should try it again today. Just once is enough. Just today. Day by day, by day...

Am I really making progress?
I don't know.

I guess I look up too high. I should try to lower my view. And little by little, one at a time, look up higher.

Friday, April 3, 2015

Yada-yada

*sapu-sapu sarang laba-laba*


chibi!England & chibi!Loki made a wild appeareance xD
Hah, sudah berapa lama nggak posting? Penuh debu, penuh sarang laba-laba...fiuh
Sedikit ngeles, kenapa paling malas buka blogspot, karena email log in-nya bukan gmail, nggak sinkron sama google chrome, malas kalau harus bolak-balik log in log out mulu...fiuuuh

Tapi akhirnya setelah sekian lama ngutak-atik (dulu nggak bisaan sih -_- ), dapat pencerahan untuk mengganti email. Gampang ya ternyata, hahaa. Akhir-akhir ini tiap ngetik berasa lagi ngetik skripsi (masa lalu ._.), tiap habis tanda titik sering kepake spasi dua kali. Akibat freelance translating ini...

Oh iya, omong-omong soal freelance, sudah hampir sebulan ini saya nge-freelance. Pura-pura jadi penerjemah gitu; freelance translator. Ini yang membuat saya malas nyari kerjaan lagi. Kerjaan tetap, maksudnya. Keenakan sih, haha (padahal belum ngerasain duitnya... ;_;). Umm, tapi memang tiap sesuatu pasti ada ups and downs-nya sih ya...

Ups
  • Keuntungan freelance yang selama sebulan ini saya rasakan sih, karena dapat assignments via email, nggak perlu pagi-pagi rapi ke kantor, desar-desakan di moda transportasi, kena macet, pulang sore, capek... Sekali lagi, karena tugas dikirim via email, bisa dikerjakan di mana saja. Di kosan sambil tiduran, sambil ngemil, sambil makan, belum mandi, rambut masih berantakan; intinya, bisa nentuin waktu kerjanya sendiri, ya meski tetap terbatas dalam rentang deadline. Dan karena nggak perlu rapi pagi-pagi ke kantor, nggak keluar biaya transportasi, biaya beli kemeja dan sepatu kerja, makan siang (di area kantor lebih mahal kali, ya?). Bisa dikerjain dari kosan tanpa perlu pergi ke mana-mana, bahkan karena itu saya pun memutuskan untuk pulang. Akhirnya saya nggak perlu minta biaya bulanan untuk uang jajan, haha. Paling-paling keluar uang untuk beli pulsa internet, buat download tugasnya. Jadi bulan Juni nanti, kalo bayarannya keluar (semoga keluar ._.), uangnya bisa utuh buat saya, hahaha. Bisa ditabung; karena saya pengen ke Jerman (entah kenapa pengen ke Jerman. Pokoknya saya harus ke Jerman!). Nggak banyak sih, tapi lumayan lah, daripada lumanyun... Masih di atas UMR kok, haha. Tergantung saya rajin atau enggak sih ._.

Downs
  • Kerugian freelance, jujur, jadi kurang sosial. Dari awal memang saya sih bukan social butterfly yang suka terbang ke sana-sini, tapi kan... Memang lebih seneng sendiri, duduk di kamar, dengerin musik, nonton; berasa punya dunia sendiri pokoknya. Tapi kan tetep aja, aslinya saya juga suka main ke luar. Jalan-jalan, makan, nonton, nongkrong di tempat makan sambil main uno, haha. Tapi semenjak lulus kuliah, berasa nggak punya temen... ;_; Semuanya pisah dan punya kehidupan masing-masing. Apalagi karena saya memutuskan untuk pulang, makin nggak ada temen main lagi... ;_; Paling-paling perginya sama bapak... (jadi anak bapak lagi... ._.). Ntar lama-lama jadi hikikomori... Terus nggak ketemu orang baru... Terus kapan saya bisa ketemu sama calon suami saya kalo terlalu sibuk nerjemahin di rumah? ;_; 
Makanya, seenak apa pun freelance ini, saya tetep pengen punya kerjaan tetap. Takutnya, ini kan nggak selamanya, paling berapa tahun sih, bahkan mungkin bulan, entahlah. Tapi saya masih pengen kerja di bidang literatur...

Aih, stop. Yada-yada kelewat serius jadinya. Pokoknya saya harus nabung buat ke Jerman!


Playlist: K-pops xD
(kalo masalah lagu catchy, jangan ragukan ke-catchy-an K-pop! hahaha)

Tuesday, May 27, 2014

My Darlings

Bohong kalau aku bilang tidak sedih.


Tiga bulan. Tiga bulan itu bukan waktu yang singkat. Ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa butuh waktu 15 hari bagi perempuan untuk jatuh cinta. Lalu bagaimana dengan 3 bulan ini? Sebenarnya tak butuh waktu 15 hari; cukup sekali pandang dan aku tahu aku menyukai mereka.