Saturday, December 29, 2012

Some Bleach sketches

So, I did some sketch. Out of bored, though. And because I'm currently in love with Tesla Lindocruz. How could I not realize before, that such gorgeous arrancar like him did exist? Aww... :3

Chibi Hisagi Shuuhei

Chibi Nnoitra and Tesla
"Nnoitra-sama, where are you?"
Ahahaa, my first impression of the real picture was, "Aww...cute~" :3
Chibi-Tesla never failed to make me smile, and so did Nnoitra (if he was put in the same picture as Tesla). Kayaknya si Nnoitra sengaja pengen main petak umpet sama Tesla, hahahaa. Master yang iseng.

Tesla and Nnoitra 
"You will catch a cold wearing just those clothes."
Ah, I made this one, the picture above! Posenya ditiru dari salah satu gambar Ishida-Orihime sih, heee. Tapi kan yang mentransformasikan-nya menjadi Nnoitra-Tesla itu aku! :D
Agak aneh sih yaa. Nnoitra tanpa tudung sendoknya, Tesla juga rambutnya panjang. Yang paling aneh itu bagian mukanya Nnoitra. Ribet bikin tampak mukanya dari sudut begitu, jadinya...well, ya seperti itu. Oh iya, tangannya Tesla juga agak aneh sih. Ah, sudahlah. Pengennya Nnoitra sekali-sekali menunjukkan perhatiannya ke Tesla, hehee. Ah, well; tetep hubungan master-servant yang paling menakjubkan... :3


child-like Tesla
Well, I want to see Tesla as a little kid.
Hmm, yang jelas Tesla-kecil nggak pake eye-patch kayak gambar di atas. Itu bukan gambar pas dia kecil sih, tapi entah kenapa mukanya jadi innocent banget kayak bocah! :3

Media: sketchbook A5, pensil, penghapus

Thursday, December 27, 2012

Big sist's graduation

So, my sister just graduated from college at December 19th, 2012. It was a bit sad that only my dad could come that day. Ah, maa ii, ka? At least I could slip inside the building legally (the invitation was for 2 people, I couldn't let my dad wandered around alone, no?).


*It doesn't matter how high your high-heels are, sist, I'm still higher than you
(aside that toga you wore on your head, of course!)

Wednesday, December 12, 2012

Tesla Lindocruz

Lagi sukaaa banget sama the one and only fraccion nya Nnoitra Jiruga :)
The fiftieth, Tesla Lindocruz. Sekedar info, nama zanpakutou nya Verruga. "Crush!"


Media: kertas, pensil 2H, 2B, penghapus

Komik-strip: Yogurt

This is the last strip-comic I made for certain food-magazine
Hope another will come out soon :)


Colored with Paint Tool SAI

Tuesday, December 11, 2012

Komik-strip: Chocolate is good!

My half-twin, Mayang, made this picture. So this is for my about-food-college's-magazine with theme "Functional Food". I know, I've ruined ethic code, for the magz itself hasn't published out, yet. Hmm...I don't think it's a big deal, though.


Colored with Paint Tool SAI

Saturday, December 8, 2012

Komik-strip: Food War!

Finally revealed to public! Aaaah, I don't even care about the-not-yet-published magazine! XO *tangannya gatel pengen posting sesuatu, but I have nothing, currently!


*random is random, but not necessarily labelled as random, right? *uh, what am I talking about? crazy girl -___-

Saturday, December 1, 2012

Solid Dream

Biasanya mimpi itu berupa serangkaian kejadian acak tak lengkap. Seperti kalau bermimpi tentang pergi ke sekolah, pasti ada saja rintangan yang menghadang; misal persiapan belum beres, ketinggalan buku, bahkan terjebak macet. Pada akhirnya tidak pernah bermimpi sampai ke sekolah tanpa terlambat, sampai mengikuti pelajaran.
Tapi mimpi semalam dapat dikatakan cukup lengkap. Ada akhir yang pasti dari mimpi itu.

Thursday, November 29, 2012

Kalau boleh

Aku pernah berkisah tentang mereka, orang-orang yang kurang dapat diandalkan, bukan? Tentang bagaimana mereka begitu mengandalkan kami, orang lain.

Saturday, November 24, 2012

Flashfic: Hujan

Hujan. Lagi-lagi turun hujan. Beberapa hari ini, sore terus dirundung hujan.
Aku menghentikan tarian jemariku di atas keyboard, mengecilkan volume lagu yang kudengarkan melalui headset. Samar-samar aku dapat mendengar suara derasnya hujan di luar sana. Bercampur angin dan petir yang menyambar-nyambar.
Aku bosan menulis hujan. Bosan mendeskripsikan anggunnya rintik-rintik air menimpa dedaunan. Bosan membual tentang pertemuan kita berlatarbelakang orkestra alam; suara hujan yang teredam.
Semua tentang hujan dan dirimu membuatku bosan.

Thursday, November 22, 2012

Bad Mood


Zizi mau makan apa?”
Dani menoleh ke arahku. Kedua alisnya sedikit terangkat.
Ayam bakar, soto, spageti, nasi rawon, sup; tidak ada yang terlihat menarik buatku. Aku sedang bad mood hari ini. Semuanya salah Dani si bodoh itu. Melihat tampangnya yang sok cool membuatku kehilangan selera makan.
Tanpa mengatakan apa-apa aku meninggalkannya sendiri berdiri di antrian, menuju ke sebuah meja di pojok dan duduk di kursi kosong. Aku tahu matanya terus memandangiku. Aku juga sempat mendengar dia berdecak pelan. Aku tidak peduli.
Aku sedang bad mood.

Sunday, November 18, 2012

Reliable person

Bogor, October 18th 2012
…dari tiap-tiap kegiatan, ada pihak yang berperan besar dalam membuatnya sukses. A man behind the scene.
Hampir sama seperti sinematografi, ada orang di balik berjalannya sebuah acara. Bisa jadi sekelompok, atau mungkin saja seorang diri.
Seperti bagaimana yang terjadi di kampus.
Kami mungkin tidak sedang membuat sebuah film atau drama. Kami hanya menjalani kehidupan kami sebagai mahasiswa seperti biasa. Dan layaknya pelajar pada umumnya, kami dibebani oleh tugas-tugas untuk menguji seberapa dalam pemahaman kami tentang bidang ilmu yang tengah kami tekuni. Ada beberapa yang mengharuskan kami untuk bekerja secara individu dan mengandalkan diri sendiri, sementara beberapa yang lain mengharuskan kami bekerja secara berkelompok dan mengandalkan kerja sama dengan orang lain.

Wednesday, November 14, 2012

Aku, Hujan, dan Kerudung Biru - 1

Bagian 1
Pagi yang mendung.
Sekumpulan awan hitam terlihat menggantung di langit barat, membuatku enggan beranjak dari tempat tidur. Cuaca sedang tidak bersahabat akhir-akhir ini. Seringkali hujan, biasanya sore, tapi kadang-kadang di waktu yang tidak tepat seperti ini.
Jam digital berbentuk dadu di atas meja menampilkan angka 6.30. Setengah jam lagi kelas dimulai dan aku masih duduk santai. Ah, toleransi keterlambatan 15 menit.
Kakiku menapaki lantai keramik yang dingin. Tanganku menyambar handuk dan sambil menggaruk rambutku yang mulai menyentuh kerah kaosku, aku menuju kamar mandi. Sepertinya sudah saatnya aku ke tukang cukur rambut.

Saturday, November 3, 2012

I know, but do you? - a Kimi to Boku fanfiction

Disclaimer: Kimi to Boku and its charas belong to their respectful owner. And the story, you belong with me~ *nyanyi lagunya Taylor Swift*
Warning: OOC, mess sentences ._.
Aku tahu kau menyukai kakakku.
Aku sudah tahu sejak lama, bahkan sejak kita masih duduk di bangku sekolah dasar. Kau membuat semuanya terlihat begitu jelas. Sepasang matamu yang bersinar-sinar dan senyuman termanis yang hanya kau berikan untuknya. Kau selalu menunjukkan yang terbaik kepadanya. Kau selalu berhasil menarik perhatiannya. Aku ingat dulu kita sering bertengkar karena kukira kau ingin merebut kakakku. Sebagai anak tunggal, kau pasti merasa kesepian. Tidak punya kakak, tidak punya adik, ayah dan ibumu juga sibuk. Pasti kau iri padaku, karena aku punya seorang kakak yang cantik dan sangat peduli padaku. Kukira itu alasanmu. Sesederhana itu.

Friday, November 2, 2012

Don't do it


don’t do things you’ll regret later

Tapi kan kita nggak tahu, karena penyesalan memang datangnya belakangan.

Justru setelah tingkat 3 seperti ini, semester 5 sekarang, kepikiran lagi tentang kalo-kuliah-di-Semarang. Dan semuanya dipenuhi oleh kata-kata penyesalan itu, ‘kalau saja…’

Bayangkan, kalau saja dulu pas daftar SNMPTN online pilihannya ditukar, alternatif pertama prodi Tata Kota Undip, alternatif kedua IPTP IPB. Atau prodi lain, yang jelas di Semarang. Keterima, kuliah di Semarang, ngekos di Semarang, tiap minggu bisa pulang ke rumah. Libur dua-tiga hari pulang. Bolak-balik Semarang-Weleri. Tata Kota, nggak belajar tentang peternakan. Nggak belajar tentang produksi ternak, pakan, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah… Nggak ngitung-ngitung energi metabolis, kecernaan, kebutuhan nutrien, heritabilitas, ripitabilitas, fumigan, kapasitas tampung, satuan ternak… Kalo Tata Kota..entah apa yang diurusin di sana, apa aja yang dipelajari, apa aja yang diitung. Tapi yang jelas, nggak akan ketemu sama sapi, domba, kambing, kelinci, ayam, puyuh…

Jelas nggak akan seperti belajar di peternakan.

Nggak akan ketemu dengan temen-temen yang sekarang. Nggak akan ngerasain asrama, welcome party, farewell party, MPKMB, MPF. Keadaannya pasti beda banget. Nggak akan jalan-jalan di Bogor, Jakarta; karena jalan-jalannya pasti sekitar Semarang. Mungkin akan terus terkurung di sekitaran Jawa Tengah, ke Jogja, Pekalongan, dan Kendal tentu saja.

Ah, what is done is done

Bukannya nyesel kuliah di Bogor, apalagi karena prodi yang sekarang ini. Nggak nyesel sama sekali masuk Peternakan, ketemu sapi dan kawan-kawan, main-main rumput di padang pastura. Nyeselnya karena UTS tadi nggak bisa ngerjain. Salah sendiri sih, nggak belajar.

But I’ve never felt that hopeless before.

Seenggaknya selama di Fapet ini; nggak pernah merasa sebegitu nggak berdayanya ngerjain soal. Masa 70%-nya nggak bisa? Mungkin lebih, karena yang lain juga nggak yakin bener. Sempet terpikir pengen ngelakuin kecurangan, nengok ke samping ato ke belakang, minta jawaban…

…don’t do things you’ll regret later

Bisa jadi nyesel karena nggak ngerjain sendiri, bisa jadi nyesel karena nggak minta jawaban. Tapi rasanya cenderung ke nyesel kalo nggak ngerjain sendiri. Karena meski nilainya bagus, it’ll feel empty. Itu kan bukan hasil kerja keras sendiri. Jujur aja, lebih seneng ujian dengan pengawasan yang super ketat sampe nggak bisa nengok kanan-kiri, bahkan mau garuk-garuk kepala aja ragu. Entah itu soalnya bisa dijawab dengan lancar atau bisa dikarang dengan lancar, yang penting nggak ada yang bisa nyontek.

Agak kurang seneng juga kalo lagi ujian terus yang bagian belakang pada bisik-bisik tukeran jawaban. Selalu doa dalam hati, moga-moga ditegur sama pengawasnya. Bukannya sirik karena aku nggak bisa minta jawaban juga, tapi emang nggak suka sama mereka yang ribut pas ujian.

Helloo ini ujian ya, please! Buat mengevaluasi apa yang udah dipelajari, bukan buat kerja sama. Kerja sama itu ada bagiannya sendiri, misalnya pas ngerjain laporan kelompok, ngerjain power point buat presentasi, piket… Justru saat kerja sama diperlukan, malah sifat individualis muncul. Saat ujian yang harusnya individualis, sifat kerja sama malah muncul. Nggak ngerti sama orang-orang sekarang.

Ah, bodo…

Hidup masing-masing, terserah deh.

Tuesday, October 30, 2012

Junjou Terrorist: Shinobu Takatsuki


Umm, masih ingat Takatsuki Shinobu? Ya, salah satu tokoh anime favorit aku tuh :D

Ada apa dengan Shinobu? Ahahaha~ kemaren-kemaren iseng googling video di yutub. Eh dapet trailer live action-nya Junjou Romantica, terus ada juga recommend yang Junjou Terrorist, yang notabene ceritanya tentang Shinobu. Langsung aja diklik. Padahal ya udah baca kalo itu FANMADE, bukan trailer live action beneran, tapi liatnya beneran amazed…

Check this out!


Bener-bener kayak beneran! False hope banget nih yang bikin, PHP… Tapi seneng banget ngeliatnya, beneran cocok banget lah tokoh-tokoh yang dipake! Eh, pas mudanya si Miyagi agak aneh sih menurutku, mungkin karena aku tau filmnya, One Litter of Tears. Kalo yang lain, jujur aku nggak tau :p

Mungkin karena itu jadi kerasa going with the flow ya? Rasanya cocok-cocok aja. Beneran sih, yang jadi Shinobu imut parah di situ~ :3 Miyagi nya juga ganteng laah, masih mending daripada anime nya :p

Aaaaah~ coba kalo beneran dibikin dengan tokoh-tokoh yang sama, pasti langsung hunting filmnya! Beneran masih terpesona sama keimutan si Shinobu :3 Jadi tergelitik pengen nonton drama nya yang asli, tapi nggak ah! Nggak begitu suka nonton drama Korea~ pasti ceweknya nyebelin, ceritanya juga sappy dan settingannya klasik drama Korea banget ._.

Replay lagi videonya, replay lagi~ #senyum-senyum gaje liat Shinobu :3

Friday, October 26, 2012

New Header


Yes, it's brand new header! This time, it's Tight Rope theme. What is Tight Rope?

Well, it's a shounen ai manga I read recently. And it really got me! The story is interesting in its own way, something about being good yakuza. And nope, you don't need to read the lime part to got captivated! I realized when I read it carefully (after saving all of the picture for reading later), you don't really need that lime part, you know~

The header? I made it, by coloring a scene taken from those manga. Ah, love between childhood friends really is too sweet~ Nao was just so kawaii and Ryu was so naive :D

Monday, October 22, 2012

Ujian -lagi-



Lagi-lagi musim ujian, ujian tengah semester. Nggak nyangka yaa, udah semester 5 aja. Taun depan udah mulai penelitian dong, udah mesti nyari pendamping wisuda juga #ups

Tapi apa yang terjadi seharian ini? Mumpung lagi nggak ada  ujian nih, karena ujiannya besok, TPT Ruminansia Kecil :3 Hari ini ngapain aja woy? Ngerjain laporan rumcil, eh! Sabtu-Minggu bener-bener buat males-malesan. Nggak produktif sama sekali. Dan masih berlanjut sampe hari ini. Nggak cuma ngerjain laporan rumcil, tapi baca komik. Iya, baca komik shounen ai. Garis bawahi ya, shounen ai ._.

*i have no shame* O///O

Udah melahap berapa komik? Err... ada 4 judul yang dibaca full, dengan perkiraan total 650 halaman. Belum lagi banyak judul lain yang pake metode skipping. Dan apa kabar slide? Belum disentuh sama sekali *kecuali halaman yang perlu buat referensi laporan*

Gila... Belajar woy, belajar! *malah ngepost -___-

Ingat target semester ini ya! *buka-buka memo*

Oh iya, ngomong-ngomong soal komik *balik lagi*, ada satu judul yang inspiratif banget ceritanya. Ini nggak melulu shounen ai yang digede-gedein, paling soft diantara komik yang lain. Ngasih inspirasi banget, judulnya Hishoken (double-duty secretary). Aish, abis baca itu komik jadi pengen jadi sekretaris :3 ~ahahaha *eh, beneran loh!*

Keren banget deh itu komik!

Udah ah, beneran mesti belajar malem ini! *pasang ikat kepala*

Wednesday, October 17, 2012

Where are you

…and where the hell are you when I need the most?
Setiap orang selalu menuntut dan mempertanyakan tentang di mana keberadaan orang lain saat mereka butuhkan. Saat mereka tidak bisa melakukan dengan sendiri apa yang harus mereka lakukan. Saat-saat mereka berharap ada timbal balik dari sebuah hubungan.
Sebelumnya aku tidak begitu memahami konsep where are you when I need you yang digaung-gaungkan mereka dengan hati yang terluka. Aku pikir mereka hanya terlalu enggan untuk melakukan semuanya sendiri. Karena aku kira hubungan itu bukan sesuatu yang pamrih. Hubungan itu tidak mengenal timbal balik.
But as the saying goes, a friend in need is a friend indeed; it’s okay to crawl towards your dearest friend and ask them for help.
Karena pada dasarnya manusia memang makhluk sosial dan tidak bisa hidup sendiri.
Tidak bisa sendiri.
…and where are you when I need?
Atau karena terlampau sering merasa diperlakukan tidak adil –mungkin hanya perasaanku saja- tanda tanya itu berubah menjadi sebuah seruan tanya. Where the hell are you when I need?
…when I need the most?
Hidupku memang tidak tergantung pada seutas benang yang hanya kau yang bisa menyelamatkannya. Tidak sekonyol itu. But still, where the hell are you when I need?

Tuesday, October 16, 2012

Day old chick (DOC)

...karena anak ayam itu menggemaskan


Inilah salah satu contoh nyawa hasil praktikum pemeliharaan dan penetasan telur ayam Arab. Sebutannya DOC, day old chick, anak ayam umur satu hari. Fresh from the oven, dude~


...because animal husbandry is so much fun~ you play while learn something new :)

Tuesday, October 9th 2012

Sunday, October 14, 2012

Library - a Bleach fanfiction

Disclaimer: Bleach belongs to Tite Kubo
Warning: OOC, crack, shounen ai
...
source: icc.ac.uk
Suatu sore yang dingin di musim gugur.
Dedaunan dari pohon-pohon yang tumbuh di dekat blok gedung perpustakaan telah menguning dan satu per satu terbang tertiup angin atau sekedar jatuh ke atas hamparan rumput. Aku mengalihkan perhatianku dari jendela besar yang kupandangi sejak lima menit yang lalu. Tujuanku datang ke sini bukan untuk mengamati daun-daun yang berguguran.
Sepasang mataku langsung tertuju pada sosok laki-laki yang duduk sendirian di sudut terjauh ruangan dengan setumpuk buku tebal di hadapannya. Aku heran, apa lagi yang ingin diketahui anak itu? Dia sudah tahu segalanya.

Jenuh

...dengan segala macam tugas, laporan, presentasi, kuis, ujian, kepanitiaan, piket, makanan, minuman, jadwal berantakan, waktu terbuang, uang kurang... Jenuh dengan kehidupan yang seperti ini...

And when will I be able to enjoy my time again? When all I have to do is sit down, listening to some nice songs, scribbled my book... Or facing my laptop, reading some fanfictions while eating some snacks, drinking some cold tea. Or just laying on my bed, closing my eyes, drifting to peaceful nap...

spirit my ass :facepalm

Saturday, October 6, 2012

That time-...

Hujan waktu itu, tak sederas sebelumnya; rintik-rintik yang jatuh membasahi bumi dengan anggunnya. Aku baru keluar dari sebuah toko, sama sekali tak berharap akan mendengar namaku dipanggil, "Iren."

Aku mencoba melihat, meski sedikit terhalang oleh reklame. Ternyata itu kau, Ibran. Dan kukira kau sudah lupa padaku. Hingga selama ini aku tak pernah menyapamu, dalam pertemuan-pertemuan kita yang bisa dihitung jari.

Kukira selama ini kau tidak ingat padaku, seperti dugaanku pada orang-orang yang sebelumnya pernah mengenalku. Karena aku tahu betul, aku tidak meninggalkan guratan yang cukup unik untuk dikenang.

Tapi Ibran, bisakah kita bertemu lagi? Menyapa lagi?

I'm afraid I won't be brave enough to even call your name... Let alone have a light conversation with you.


So that time, I smiled and said goodbye...

Bogor, October 3rd 2012

Tuesday, September 18, 2012

Yeah, it's a random time...

Mengecewakan atau dikecewakan.
Kecewa. Salah satu pihak atau keduanya.
Berawal dari sebuah kesepakatan –sepihak sebetulnya- hal itu terjadi. Bukan perihal yang besar. Sederhana saja aturannya, keabsenan akan berujung dengan detensi. Waktu pun ditentukan, yang ternyata adalah satu masa lebih awal dari yang sebenarnya. Kalian pernah dengar istilah jam karet? Tujuannya untuk mengantisipasi kejadian itu.
Tapi salah kalau kau mengatakannya padaku yang taat waktu ini. Setidaknya aku cukup menghargai putaran jarum dan pergerakan matahari. Aku datang tepat waktu kan? Menghabiskan pagiku yang berharga dengan duduk tanpa melakukan apa-apa, berhadap-hadapan dengan layar mungil ponselku. Membunuh sang waktu yang tak bersalah sama sekali.
Meskipun aku bukan orang yang pandai mengatur waktu dan memanfaatkannya dengan baik, tapi aku tahu bagaimana nilai sebuah janji. Tolong jangan samakan aku dengan makhluk elastis lain, karena aku ingin punya pendirianku sendiri yang tak mudah ditarik-ulur.
Satu masa berlalu. Mengetahui kebenarannya dari mulut kawanku, aku merasa dianiaya.
Ya, pasti aku terlalu berlebihan. Tidak ada yang melakukan tindak bullying padaku, tidak secara terang-terangan. Aku tidak terluka, tidak tergores, tidak dibuat lebam dan menangis. Aku baik-baik saja. Aku tidak apa-apa.
Dan aku membiarkan masalah itu diterbangkan angin pagi. Bersama dengan partikel-partikel debu yang mengambang di udara. Aku melepasnya.
Lalu ada hal lain. Seperti bagaimana Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan, manusia ingin meniru prinsipnya juga. Baiklah, aku diam dan mendengarkan dengan khidmat maksud mereka. Hingga pada akhirnya tak ada yang tersisa untukku. Aku bingung, antara harus bersorak riang atau memasang muka masam.
Pada dasarnya aku adalah makhluk yang kemudian didefinisikan sebagai antisosial, hanya karena kesukaanku pada kesendirian. Masa yang telah ditentukan itu adalah satu-satunya waktuku diantara seminggu saat aku bisa berkawan dengan diriku sendiri. Tentu aku tak suka kalau sesuatu yang berharga bagiku dirampas begitu saja. Tapi apa yang kau sebut janji itu sudah terlanjur mengikatku. Lihat saja, aku sudah memberikan pagi hangatku.
Senyuman palsu itu terukir, aku meminta dibebaskan dari detensi. Karena ini bukan salahku, kau tahu. Aku menepati janji sepihak itu. Maka tidak ada yang berhak untuk menghukumku.
Ah, aku juga tahu ada serpihan kaca di mataku. Sesuatu yang memaksaku untuk melihat lebih jeli ke dalam hatiku. Dan kalau aku melakukannya, aku akan menemukan sungai kecil yang mengalir jernih. Tempat itu sangat berharga bagiku, aku hanya ingin membaginya dengan Tuhan. Aku juga tidak ingin menunjukkannya padamu.
Saat mereka berlalu dengan diiringi hangat pancaran mentari, aku juga pergi dengan angin di kedua sisiku. Aku hampir melihat sungai kecil di dalam hatiku itu. Tapi aku menghembuskan nafasku dan mengatakan pada diriku, ini terlalu pagi untuk pergi ke sana. Aku pun melangkah menyusuri kota dengan geliat kehidupannya yang seperti bayi membuka-mengepalkan tangan mungilnya.
Aku membiarkannya pergi, bersama angin pagi yang tidak begitu bersahabat denganku.
Kemudian di tengah perjalanan aku berhenti di sebuah tempat. Di sana aku bisa mendapatkan berbagai kudapan yang menyenangkan. Saat itu ada 4 orang yang tengah melakukan transaksi. Bukan sesuatu yang sakral seperti bagaimana kau membuat kontrak dengan setan. Hanya fragmen kehidupan yang biasa. Tapi seperti yang aku ketahui, makhluk berlabel wanita bukan sesuatu yang mudah dimengerti, apalagi mereka yang telah mencicipi hidup paling tidak sepuluh tahun lebih lama dariku. Dari A hingga Z mereka tunjuk dengan jemari panjang berhiaskan cincin itu. Satu bagian, satu bagian lain yang dibagi menjadi dua bagian. Satu bagian yang lain, satu bagian yang lain lagi dibagi menjadi dua. Dan begitu seterusnya.
Aku hanya menghela nafas dan berpindah tumpuan pada kakiku yang satunya.
Lagi-lagi aku membiarkan hal itu pergi saja. Aku tak mau mencemari pagi dengan aura negatif, semacam miasma yang mengganggu kehidupan di sekitarku. Aku bukan makhluk rawa yang jahat, meski aku sendiri mengakui kalau sebagian hatiku telah berkarat. Karena aku memang tak berhati emas, bukan sesuatu dengan nilai 24 karat. Setidaknya aku tak mampu mengutukmu menjadi batu. Itu menjadikan aku tidak tergolong jahat, kan?
Hal yang sama hampir terjadi untuk kedua kalinya. Tapi aku cukup beruntung karena yang satu ini, makhluk lain dari jenis mereka, tidak banyak bicara.
Aku kembali berkawan dengan diriku. Seperti tidak pernah ada semua perasaan kecewa yang kuterima pagi ini.
Selanjutnya aku bersiap untuk pergi memenuhi kewajibanku sebagai seorang yang masih perlu banyak belajar. Aku tak lupa mengingatkan pada seorang yang tempo lalu membuat suatu perjanjian denganku. Bukan hitam di atas putih dengan tanda tangan dan materai enam ribu. Tapi aku pikir dengan identitas semuanya cukup jelas. Orang itu saja yang tak mengerti. Seenaknya membatalkan janji. Padahal aku sudah menjaminkan materi sebesar jumlah yang sudah disetujui. Kalau kau tahu, aku berharap dapat mengutuk orang itu jadi batu.
Ah, kupikir Tuhan pasti marah padaku. Ada begitu banyak hal yang menghancurkan hariku. Begitu banyak hal yang mengecewakanku.
Aku tahu aku tak sempurna, pasti sudah banyak orang yang kubuat kecewa. Tapi aku merasa tidak adil kalau semua hal yang kutemui hari ini membuatku kecewa. Apakah memang begitu banyak orang kubuat kecewa hanya dalam sehari saja?
Pasti Tuhan tengah marah padaku…
Begitu banyak kekecewaan dalam waktu yang begitu singkat.
Maka aku merasa berhak untuk membuat mereka kecewa juga, sebagaimana mereka mengecewakanku. Biasanya aku tidak begini, aku akan melakukannya dengan senang hati, kelihatannya bagi mereka. Karena kau tahu, di dalam hatiku ada timbangan dengan beban yang berat. Tapi aku tetap melakukannya dan hal itu bagus kan?
Aku tak bermaksud membuat orang kecewa, hanya mereka saja yang membuatku terpaksa mengecewakan mereka. Jelas-jelas aku terdengar sedang membela diri, tapi memang hanya itu yang bisa kulakukan. Apakah aku akan tenang dan menyalahkan diriku atas berputarnya dunia ini?
Aku ingin punya pendirianku sendiri yang tak mudah ditarik-ulur, meskipun hal itu akan membuatku harus mengecewakan orang-orang di sekitarku. Karena suatu saat nanti mereka tak akan mudah menarikku. Seperti aku tak akan mudah melepaskan diriku.
Antara mengecewakan dan dikecewakan. Aku akan membuatnya seimbang. Karena mata dibayar dengan mata, bukan dengan hal lainnya.

Bogor, 16 September 2012

Saturday, September 8, 2012

What if - komik version (2)

From What if people know fiction with adjustment as necessary

Part 4

Part 5

Part 6

continuation from What if- komik version (1)

It will kill you

Arrogance will kill you someday for sure, you thick-headed!

How I hate an arrogant person, even if it means that I have to hate myself. Because yes, I'm an arrogant one. Not that it disturbs your damn life, right? I'm good enough not to let myself be a burden to others, let alone ruin their composed life and schedule.

Screw you and your arrogancies!

Tuesday, August 21, 2012

An afternoon at home

Written at July 29, 2012
Many things can happen simply at a moment, one afternoon at home.
Dimulai dengan usaha yang bapak sudah bapak tekuni selama beberapa bulan terakhir, berdagang bensin eceran. Satu liter tiap botol dibanderol dengan harga Rp 5000; dengan keuntungan Rp 500 per botol karena pembelian di SPBU seharga Rp 4500 per liter.
Bapak

Bensin

Bensin
Berpindah ke belakang rumah, di sambut oleh kucing baru kami, Mimin (kedatangan 28 Juli 2012), yang tengah bergalau ria. Kalau diperhatikan lagi, sepertinya dia sedang mengamati ikan-ikan di dalam akuarium.
si Mimin
Aktivitas di sekitar rumah; adik-adik gue dengan kegiatan masing-masing. By the way, Weleri is so hot. Sangat panas kalo dibandingkan dengan Baturraden, tentu saja. Apalagi kipas di rumah ada masalah, rumah terasa semakin panas. Untung saja bapak berinisiatif untuk membenarkannya sedikit. Mungkin bapak sendiri sudah merasa muak dengan hawa panas di rumah.
Lagi benerin kipas

Lagi nyapu

Lagi ngobrol
Kegiatan sore dilanjutkan dengan bersih-bersih depan rumah. Pada hari sebelumnya gue udah nyemplung ke kali untuk membersihkannya dari segala macam sampah plastik, yang kemudian sengaja dibiarkan berkumpul di sekitar pinggiran sungai agar kering dan dapat dibakar keesokan harinya (read: hari ini -29 Juli 2012-). Sementara si Ayi’ sibuk menyiram jalan dengan air dari kali agar tidak terlalu berdebu. Agak sulit membakar sampah plastik setengah kering, hingga akhirnya digunakan bantuan berupa solar.

Ngumpulin sampah

Nyiram pake air kali

Bakar sampah

Siapin solar

Voila! Burn!
Beberapa potret di sore itu…
Ayi', Yuyun, Azfa

Bapak penjual kayu

Failed! Grafiti

Buah Pohon Beringin

Kayu atap

Arisan sendal

Credit: my phone Nokia 3500c

Thursday, August 16, 2012

It's My Way


Sebuah sedan mewah bercat hitam elegan berhenti di depan rumahku, membuatku meletakkan koran sore yang tengah kubaca dan berjalan menuju teras rumah. Pintunya terbuka dan turunlah seorang wanita muda yang sangat kukenal.
Ia tidak langsung membuka pintu pagar untuk masuk, melainkan berbicara sebentar dengan laki-laki yang duduk di belakang kemudi, kemudian membungkukkan badannya sebagai tanda hormat dan membalikkan badan. Sedan mewah itu melaju pergi setelah membunyikan klakson dan aku menganggukkan kepalaku kepada pengemudinya.

What if - komik version (1)

From What if people know fiction with adjustment as necessary

Part 1

Part 2

Part 3

Edited with SAI, Photoshop, Ms. Picture Editor

Monday, July 23, 2012

And the joy comes

Ramadhan comes, and so does the what-so-called pasar malem at my neighbourhood (sp?).

The picture below taken at Friday, July 20th 2012; my first day fasting.

ferris wheel's skeleton?

the cage

ferris wheel's ticket station

Rp. 20000,-? Will you believe that picture? Yes, one of the people there said that it was the cost from PRJ (Jakarta Fair (?) ). Hahaa, got me tricked! And the local cost is only Rp. 5000; as the other game (except Kora2, it's Rp. 7000).

Last night I went there with dad and my two younger sisters. Got to try ferris wheel~! The last time I had was, uh...I don't remember myself! Not that exiting anymore, I guess.

in the cage

I guess I'm just too lazy to post something properly~ *yawns

Mood: amuse | Music: 1D at youtube ~ :D