Wednesday, January 11, 2012

Could it be a social phobia?

Hello world.

Takut disuruh maju ke depan kelas buat ngerjain soal yang susahnya pake banget? Wajar lah ya. Gemetaran ngadepin dosen super killer? Wajar banget lah. Grogi kalo ketemu orang cakep, cute, charming, stunning, blah-blah-blah? Oo, it's so common, dude!

Tapi gimana kalo takut makan di luar? Takut ketemu orang asing? Takut sosial?

If you are often scared of doing some social activity, then you might be one of those people with social anxiety disorder. Rasa takut yang berlebihan memang menyebalkan. But trust me, I know it. 'cause I'm afraid I'm a person with SP, too. Mendapatkan titel sebagai shy and quiet girl bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Tapi mau gimana lagi?

The thing about society I hate is that there are nothing I could do with it. Melakukan sesuatu di muka umum bukanlah sesuatu yang mudah.

Makan di luar? Okay, I do avoid eating outside. Kenapa? Hanya orang biasa yang bertanya kenapa. Karena mereka tidak memahami penderita SP. Orang biasa tidak tahu bagaimana rasanya menghadapi sepiring makanan di tempat umum, katakanlah restoran keluarga. Orang biasa tidak tahu bagaimana rasanya makan dengan tatapan berpasang-pasang mata.

"But you're not the center of attention. They don't stare at you. Don't overreacting it." Orang biasa akan berkata demikian. Karena memang mereka tidak mengerti bagaimana rasanya menjadi seorang SP-sufferer.

Takut bertemu orang asing? I'm not into idea of meeting new people, not when I'm a soloist who come alone. Kadang orang biasa juga tidak nyaman kalau mesti bertemu dengan orang asing, tanpa ada yang  dikenal.

Takut sosial? Tidak mengikuti organisasi; masih wajar. Tergantung alasan yang melatarbelakanginya. But I'm in an organization of local student now. Dan masalah tentang tidak berperan aktif dalam organisasi internal kampus? I don't like the interview. In fact, I hate it much. Di mana kita diberi serangkaian pertanyaan konyol tentang apa yang akan kau lakukan jika begini-begini-begini; sesuatu yang mungkin saja akan terjadi. Dari beberapa wawancara yang sudah pernah saya alami, they only took advantages by making me confused. Really, they only made fun of me.

Dan pada akhirnya, ketidakjelasan apakah saya juga seorang pengidap SF atau tidak, tidak terjawab. Sometimes I'm being myself; confidence, bright, friendly and easy going person. And some other times I'm being that introvert, shy and quiet, lack of confidence person.

Mungkin tentang bagaimana kita menyikapi situasi di sekitar kita. Meskipun tidak bisa dipungkiri, sering kali ide tentang bersosialisasi dengan skala besar terdengar cukup menekan untuk saya.

Who knows what'll happen the other day? Even I don't know what my future will look like. Just keep walking the path, while I mend things here and there.

3 comments:

  1. kayaknya gue udah mengidap ini nih,, haduhhh gimana dong yah, berarti gw terjebak dalam jurusan yang menuntut gue mesti berhadapan di muka umum buat ngungkapin suatu design dsb... aihhh galauuuuuuuuuuu siaaaahh

    ReplyDelete
  2. pengin follow blog kamu tapiiiiiii,,, gak ada buttonnya !! pajang dong...hheehhe maksa.!

    ReplyDelete
    Replies
    1. adaa kok, di kiri atas sih biasanya *songong*

      Delete