Wednesday, March 14, 2012

MPF - Fakultas Peternakan Angkatan 47

MPF, Masa Perkenalan Fakultas, adalah sebutan lain untuk ospek di IPB. Dari namanya sudah jelas, berarti tingkat fakultas. Karena IPB menganut sistem pendidikan tingkat bersama pada tahun pertama, kemudian dilanjutkan dengan masuk departemen, sesuai dengan jurusan masing-masing. Nah, itu artinya ada dua ospek di institusi tempat saya menimba ilmu ini! (emang air; ditimba?)

Sebenarnya acara MPF Fakultas Peternakan yang dinamakan Meet Cowboy 47 itu sudah berlangsung sejak lama sih. Saya saja sampai lupa tanggal dan bulannya, yang jelas kalau tidak salah bulan Agustus tahun 2011. Pokoknya waktu itu kan lagi puasa, kebetulan saya lagi nggak puasa jadi ikutan makan siang sama yang non-muslim, hahaha.

Ada dua departemen (sebutan bagi jurusan di IPB) di Fakultas Peternakan IPB, yaitu Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan yang merupakan departemen saya; serta Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Kami, mahasiswa tingkat dua yang masih dianggap dan beranggapan sebagai junior a.k.a mahasiswa baru serta diperlakukan seperti layaknya maba pada umumnya menjalani lagi ritual pengenalan yang membebani kami dengan serangkaian penugasan.

Bagusnya, di Fapet ini MPFnya tidak mengenal komdis atau komisi disiplin. Selama berlangsungnya acara MPF dijamin tidak akan ada tindak kekerasan fisik dalam bentuk apa pun, dan hal tersebut memang benar adanya. Kalau boleh saya bandingkan, MPF ini lebih santai dan menyenangkan dibandingkan MPKMB (Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru). Selain karena terpusat pada satu fakultas, ketiadaan komdis dan absen kekerasan fisik; acara yang dikemas dalam Meet Cowboy 47 menurut saya lebih berbobot dan menambah ilmu pengetahuan, terutama seputar dunia peternakan.

Nah, kemudian saya akan membahas masalah penugasan.

Keidentikan dengan cowboy membuat MPF ini memberikan penugasan yang cukup unik, dan tentu saja berbau peternakan. Atribut yang pertama yaitu topi koboi. Jika pada MPKMB tutup kepala berupa caping petani yang mengindikasikan IPB sebagai institusi berbasis pertanian, maka MPF ini mengenakan topi koboi sebagai tutup kepalanya. Dibuat dari bahan karton coklat, menurut saya model topinya kurang menjiwai topi koboi sebenarnya. Malah lebih mirip topi pesulap, apalagi kalau bagian bawahnya tidak dilengkungkan ke atas. Topi ini dibuat sendiri, dengan susah payah kalau boleh saya bilang. Karena cukup menyebalkan untuk merekatkan penutup atasnya. 


Yang kedua yaitu pelindung tas, yang saya sendiri kurang begitu paham untuk apa fungsinya. Berbentuk badan domba, dengan bagian perut berwarna coklat, kaki putih dan kuku hitam; di permukaannya yang kemudian dilapisi plastik bening itu tertulis visi misi IPB dan Fakultas Peternakan.

Selanjutnya yaitu alas duduk yang dinamakan Hay, yang artinya jerami kering. Penugasan awalnya memang jerami kering, tapi untuk mempermudah isinya dapat diganti dengan daun-daunan kering. Kegunaannya sudah jelas, sebagai alas duduk. Karena acara intinya di auditorium tanpa kursi, Hay ini digunakan untuk alas duduk. Dapat juga berfungsi sebagai alat untuk kipas-kipas *gubrak!*



Yang wajib dimiliki dalam setiap acara penggojlokan yaitu buku tugas. Berbentuk badan domba yang lucu tanpa kepala, buku ini dilengkapi dengan foto AK (sebutan bagi kelompok) bersama dengan PAK (senior pembina AK) dan hewan yang sudah ditentukan menjadi nama kelompok. Saya AK9 dengan nama Equus ferus caballus atau kuda. Isinya klasik sekali; biodata, profil, tanda-tangan dari orang-orang yang sudah ditentukan, lirik-lirik lagu, hierarki kepengurusan, dan sebagainya.

Nah, yang berikut ini adalah yang terpenting di antara yang lain, identitas utama; name tag. Name tag ini adalah kepala domba yang hilang, dengan ketentuan dilengkapi dengan foto bersama dosen atau staff Fakultas Peternakan. Saya berfoto dengan bapak staff administrasi, yang saya lupa siapa nama beliau. 


Last but not least, foto keluarga pertama saya di Fakultas Peternakan! Dengan simbol AK kami, kuda. Saya lupa kapan gambar itu diambil, yang saya ingat hanya hari Minggu pagi di daerah sekitar FKH. Dari kiri ke kanan; saya, Nurul, Cindy, Kiki, Ica, kuda FKH, Kak Aria, Lidia, Novita, di bawah ada Ikhwan, kemudian tiga trio di belakang adalah Rangga, Luthfi dan Bayu.


sekian dulu deh...

No comments:

Post a Comment