Sunday, April 1, 2012

Movie: Usagi Drop live action

Minggu kemarin saya nonton live actionnya Usagi Drop!


Saya nggak akan ngejelasin detail para pemainnya, karena saya cuma tau si Kenichi (yang jadi L di Death Note dan Katou di Gantz). Tokoh utamanya yaitu Rin yang imut banget dan Daikichi yang cakep (sosok suami impian *kewl*).
Scene awalnya Dai sama Rin lagi jalan bareng, gandengan tangan. Kayaknya Rin capek, terus si Daikichi nggendong Rin, aaah~ sosok bapak muda bin ganteng yang so sweet banget! *hyuu-hyuuu* Saat itu saya langsung jatuh cinta sama Daikichi dan menjadikannya sebagai sosok suami impian! *gubrak*

Nah, pas ngeliat Rin ketemu sama Daikichi di depan rumah, saya baru menyadari sesuatu! Rin kalo dilihat-lihat mirip kayak sepupu saya yang masih bocah, Nail! Tapi masih manisan Rin sih, dia juga nggak usil kayak si Nail. Sudahlah, lupakan sepupu jahil saya, mari lanjut ke jalan ceritanya.

Bagian yang membuat saya menitikkan air mata adalah pas ngasih penghormatan terakhir ke mendiang kakeknya. Saat itu Rin mencoba untuk menyelipkan bunga lonceng biru ke tangan kakek yang udah kaku, tapi nggak bisa. Sedihnya T.T

Dan lalu dilanjutin sama perseteruan internal keluarga tentang siapa yang akan ngerawat Rin yang menyandang gelar sebagai illegitimate child. Tapi jangan khawatir! Daikichi was there to save the day~! Meski dia sempet merutuki sikapnya yang sok pahlawan, hahaha.

Daikichi
Selanjutnya diceritakan tentang bagaimana perjuangan Daikichi mengasuh Rin. Naik kereta yang penuh sesak, lari-lari nggendong Rin ke TK, naik kereta lagi ke kantornya yang jauh, sampai Daikichi pun pake sepatu olahraga biar gampang larinya dan akhirnya minta pindah ke tempat kerja yang lebih dekat; di mana dia yang tadinya kerjanya semacam manager toko kemudian jadi kerja di gudang. Pokoknya film ini menampilkan sosok laki-laki (atau bapak?) muda yang bertanggung jawab, perhatian dan ganteng.

Rin
Selain itu juga diperlihatkan sosok Rin yang masih polos dan lugu, betapa imutnya dia. Bikin onigiri, ngompolin kasur tapi bilangnya kalo itu keringat, takut gelap, sampai mengkhawatirkan masalah kematian. Saya lagi-lagi menitikkan air mata di bagian itu. Poor little girl... Sepanjang film, paling suka kalo denger suaranya Rin yang imut-imut. Apalagi pas dia menceritakan tentang kakek, "Run and run and ptt-ptt." Suaranya imut banget~ :3

After all, buat saya film ini bagus. Cuma karena diangkat dari anime, ceritanya nggak klimaks. Mengangkat beberapa masalah dalam keluarga secara sederhana dan diakhiri dengan sederhana juga, so believable. Tapi justru itu yang jadi kekurangan film yang diadaptasi dari anime, masalahnya kurang kompleks dan kurang ngena. Mungkin lebih cocok kalo dijadikan drama, tapi ya sudahlah.
Yang penting saya suka film ini :D

No comments:

Post a Comment