Sunday, April 29, 2012

[Not] Arrogant

...nothing can fix this. Maybe not even time. There are no easy answers, and the world is not kind. Stitches

Seperti sifat alamiah: arogan.

Setting 1:
Di kantin, sedang mengetik laporan, duduk di bangku panjang. Datanglah kakak pembina kelompok makrab dengan temannya, duduk di sebelah. Tetap pura-pura sibuk mengetik laporan. Tidak menyapa.

Setting 2:
Di sekitar student corner, acara donor darah, sedang jalan. Lewatlah senior, leader-sama yang baru tau namanya dan baru bertemu dengan orangnya tiga-empat hari lalu. Kontak mata beberapa detik, blinking, look away. Tidak ada senyum sapa.

Didn't mean to be so arrogant; no greets, no smiles. Just don't feel ease to do such acts. Towards not-so-befriend people, especially just know. Didn't mean to be rude. Just can't do it right.

Tidak menyapa; terutama kepada orang yang tidak begitu kenal, baru ditemui, tidak dekat dan jarang bertemu, tidak dekat meski sering bertemu, pernah kenal tapi jarang kontak sehingga tidak kenal lagi; sesuatu yang dideskripsikan sebagai keangkuhan. Ketidakpedulian. Tidak ramah. Sombong.

Tapi saya memang begitu.

Selalu yakin bahwa mereka tidak mengingat siapa saya. I'm not standing out of page, it just isn't possible for them to remember me.

But correct me if I'm wrong.
Bukan orang yang terbiasa menyapa duluan kepada orang lain dengan ketentuan tersebut di atas. Karena tanyalah pada mereka yang mengerti saya, apakah saya arogan? Mungkin tidak.

Tipikal seorang introvert kan?

No comments:

Post a Comment