Tuesday, May 15, 2012

Monogamy

...the practice of having only one husband or wife at a time [Oxford English Minidictionary 6th Edition]

sumber
Kemarin saya stay di kampus sampai sore; nemenin temen nyari jurnal buat tugas genetika. Saya sendiri yang merasa nganggur pun memanfaatkan waktu luang sambil ngenet. Tadinya lagi lihat-lihat gambar di weheartit, terus malah iseng nyari gambar dengan label wedding dress. Awalnya karena ngelihat foto cewek dari belakang, lagi make gaun putih gitu. Suka deh :)

Akhirnya saya pun menelusuri gambar-gambar dengan label wedding dress. Sampe nyasar ke Belle the Magazine - The Wedding Blog For The Sophisticated Bride; dan menemukan banyak stunning-centerpieces, food and drinks, cakes...

Dan berakhir dengan sebuah harapan; I wanna have an amazing wedding. Dengan centerpieces yang menawan, with so many flowers. Karena memang wanita itu suka bunga :)

sumber

Kemudian saya teringat dengan kata-kata dosen genetika saya; bahwa merpati merupakan lambang monogami. Siapa yang tidak ingin mempunyai kehidupan pernikahan monogamy? Mungkin terlalu jauh kalau saya membicarakan pernikahan, karena saya sendiri masih seorang mahasiswa tingkat dua yang belum berpikiran untuk menikah dalam waktu dekat; meskipun beberapa teman yang saya kenal sudah menikah dan punya anak, punya kehidupan sendiri. Ambil saja contoh yang akrab dengan kehidupan saya, kehidupan mahasiswa. Sebut saja pacaran.

Meskipun saya sendiri tidak sedang menjalin relationship dengan siapa-siapa, setidaknya saya pernah terlibat dalam lingkaran kecil itu. Mungkin saya terlalu naif, karena yang menjadi mindset saya saat itu adalah monogamy. Tidak pernah terbersit di benak saya untuk ingkar; karena yang saya tahu monogami itu hampir mutlak dalam sebuah hubungan.

Saya sendiri tidak bisa membayangkan kalau harus berbagi.

Dari dulu saya tidak pernah mengerti apa yang ada di benak mereka yang mengabaikan prinsip yang dianut merpati, monogami. Bercabang seperti batang pohon. Sekarang saya merasa benar-benar naif; karena di lingkungan sekitar saya sekarang, saya menemukan kecenderungan polygamy. Memang benar kalau pacaran tidak ada dalam agama yang saya anut, bahkan termasuk dosa. Tapi mari lihat dari sisi hubungan sederhana itu dulu; yang berdasarkan mata kuliah dasar komunikasi yang saya dapat, merupakan fase penjajagan. Atau sebut saja kasarannya audisi.

Tapi apakah sebegitu main-main kah pacaran itu sehingga tidak perlu ada monogamy? Jelas tidak semua orang acuh terhadap monogamy, karena sebagian besar yang saya tahu mereka peduli. Mungkin bukan kapasitas saya membicarakan masalah monogamy, saya hanya ingin mencoba menerapkannya pada diri saya sendiri. Bagi saya, pacaran itu bukan main-main. Tapi bukan juga sesuatu yang serius seperti rumah tangga; apalagi sampai berlanjut ke mana-mana, padahal belum ada ikatan yang jelas.

Saya hanya tidak mau pada level kehidupan yang lebih lanjut; terjadi polygamy.

Hmm...efek yang timbul dari melihat-lihat gambar wedding dress; jadi memikirkan masalah pernikahan.

Tidak ada salahnya sih, karena ibu saya juga sudah menanyakan tentang bagaimana hubungan saya dengan lawan jenis. Bisa dibilang saya sedikit kecewa karena tidak dapat memamerkan that special someone pada kedua orang tua saya; karena memang belum ada, hahaha.

Seringkali saya menerapkan standar yang tinggi untuk that special someone; dalam benak saya sih seorang yang akan menjadi arsitek masa depan. Dalam artian sebenarnya dan kiasan. Karena saya pernah sangat ingin masuk arsitektur, hanya terkendala beberapa hal. Pikir saya, kalau tidak jadi masuk arsitektur; bisa lah ya dapat suami arsitek, hehee. Arti kiasannya, tentu saja orang yang dapat membangun rumah tangga yang samara (sakinah, mawaddah dan rahmah).

Usia saya sudah 20 tahun sekarang, rasanya tidak terlalu aneh kalau mulai memikirkan pernikahan. Yaaaah, paling tidak 3 atau 4 tahun lagi melangkah ke pelaminan. Saya percaya Allah sudah menyiapkan seseorang yang tepat untuk saya. Mungkin sekarang belum ketemu, tapi suatu hari nanti. Semoga 3 atau 4 tahun lagi, amin :)

Dan gambar penutup, a stunning picture of a bride :)

sumber

Mood: tired
Playlists: Sometimes - Rocket to the moon

No comments:

Post a Comment