Tuesday, August 21, 2012

An afternoon at home

Written at July 29, 2012
Many things can happen simply at a moment, one afternoon at home.
Dimulai dengan usaha yang bapak sudah bapak tekuni selama beberapa bulan terakhir, berdagang bensin eceran. Satu liter tiap botol dibanderol dengan harga Rp 5000; dengan keuntungan Rp 500 per botol karena pembelian di SPBU seharga Rp 4500 per liter.
Bapak

Bensin

Bensin
Berpindah ke belakang rumah, di sambut oleh kucing baru kami, Mimin (kedatangan 28 Juli 2012), yang tengah bergalau ria. Kalau diperhatikan lagi, sepertinya dia sedang mengamati ikan-ikan di dalam akuarium.
si Mimin
Aktivitas di sekitar rumah; adik-adik gue dengan kegiatan masing-masing. By the way, Weleri is so hot. Sangat panas kalo dibandingkan dengan Baturraden, tentu saja. Apalagi kipas di rumah ada masalah, rumah terasa semakin panas. Untung saja bapak berinisiatif untuk membenarkannya sedikit. Mungkin bapak sendiri sudah merasa muak dengan hawa panas di rumah.
Lagi benerin kipas

Lagi nyapu

Lagi ngobrol
Kegiatan sore dilanjutkan dengan bersih-bersih depan rumah. Pada hari sebelumnya gue udah nyemplung ke kali untuk membersihkannya dari segala macam sampah plastik, yang kemudian sengaja dibiarkan berkumpul di sekitar pinggiran sungai agar kering dan dapat dibakar keesokan harinya (read: hari ini -29 Juli 2012-). Sementara si Ayi’ sibuk menyiram jalan dengan air dari kali agar tidak terlalu berdebu. Agak sulit membakar sampah plastik setengah kering, hingga akhirnya digunakan bantuan berupa solar.

Ngumpulin sampah

Nyiram pake air kali

Bakar sampah

Siapin solar

Voila! Burn!
Beberapa potret di sore itu…
Ayi', Yuyun, Azfa

Bapak penjual kayu

Failed! Grafiti

Buah Pohon Beringin

Kayu atap

Arisan sendal

Credit: my phone Nokia 3500c

1 comment: