Thursday, November 29, 2012

Kalau boleh

Aku pernah berkisah tentang mereka, orang-orang yang kurang dapat diandalkan, bukan? Tentang bagaimana mereka begitu mengandalkan kami, orang lain.
Hari ini sangat melelahkan.
Memutuskan untuk menjadi bagian dari keluarga besar Animal Husbandry berarti bersiap-siap dengan berbagai kemungkinan, seperti piket pagi. Kandang yang kutuju kali ini cukup jauh. Sempat terpikir untuk berolahraga pagi; jalan kaki. Apalagi karena nominal 4000 itu terlihat sangat percuma bila dihabiskan hanya untuk transportasi ke sana. Tapi pengalaman Senin kemarin sudah cukup rasanya, terlalu letih untuk mengulang lagi. Melayanglah uang itu…
Teamwork itu berarti bekerja dalam tim.
Seperti jadwal piket yang sudah diatur. Tapi beberapa orang memang sulit untuk bangun pagi. Pada akhirnya pagi itu aku melakukannya sendiri; menimbang rumput sisa, menimbang rumput baru, mengganti air minum. Aku ingin mengeluh; aku melakukannya sendiri, pekerjaan senilai kira-kira 12 kg itu. Di pagi hari yang dingin, dalam balutan kemeja rapi. Ah, dosenku selalu bilang setidak-tidaknya pangkat kami nanti adalah manajer. Dan inikah anak-anak tangga yang harus kami lalui? Karena memang tidak mungkin kau sampai di puncak gunung tanpa mendaki.
‘Sudahlah’, aku menghibur diri.
Tapi keadaan tidak membaik begitu saja. Ada beberapa hal yang menggelitikku. Layaknya satu hari sebelum hari H seperti biasanya, tugas-tugas dikebut saat itu juga. Sebelumnya aku sudah tahu terdiri dari apa saja kesatuan kali ini. Reliables and unreliables. Beruntungnya variable reliable tidak berupa bilangan tunggal; seperti yang pernah terjadi sebelumya. Itu sangat menyebalkan, kau tahu? Mungkin aku bilang tidak apa-apa, mungkin aku menunjukkan muka bangga karena telah berhasil membereskan semuanya; tapi aku tidak suka. Tidak suka dengan ketidakpedulian yang aku dapat. Kenapa yang harusnya ditanggung oleh 6 nyawa jadi hanya aku yang menumpunya? Untung saja aku orang yang dapat diandalkan.
Kalau tidak, habislah mereka.
Kali ini aku tidak sendiri. Ada mereka yang ikut berpartisipasi menjaga keseimbangan ini. Hari ini, inti dari semuanya ada 2; inti 1 dan inti 2. Selanjutnya aku menyebut diriku sebagai inti 2, karena di tengah-tengah kegiatan aku harus berpaling sebentar ke kewajibanku yang lain. Ah, ada dua hal yang harus kulakukan dalam waktu yang bersamaan. Tiga jika ditambah dengan tugas menjadi inti 2. Kalau bisa, tentu aku ingin membelah diri menjadi tiga agar semuanya dapat kuselesaikan. Aku bertemu dengan bagian dari kesatuan itu; plasma. Sebenarnya aku tidak minta plasma untuk menjadi inti. Cukuplah menunjukkan rasa memiliki. Karena itu aku tidak mempermasalahkannya. Memang tidak semua plasma angkat tangan, entah dimana keberadaannya tanpa kabar berita. Beberapa dari mereka cukup dapat diandalkan untuk bekerja sama. Seharusnya seperti ini kan, hubungan kita. Tidak perlu dipisahkan menjadi inti dan plasma; kita belum membutuhkan hierarki itu karena kita masih sama-sama belajar.
Kita sama-sama mencari emas di ujung pelangi.
Tapi memang beberapa nyawa lebih memilih untuk menjadi seperti tanaman di bawah naungan pohon yang rindang. Tanpa ada keinginan untuk tumbuh dan berjumpa dengan matahari. Jadi, apakah ini menjadikan aku sebagai pohon yang rindang itu? Mungkin. Yang jelas aku tumbuh lebih tinggi dari mereka. Aku mendapatkan pancaran hangat sinar matahari lebih banyak. Itu sisi terangnya. Namun cuaca tidak selamanya cerah, ada kalanya hujan badai. Seperti akhir tahun seperti ini, hujan turun hampir setiap hari. Sisi gelapnya, kami yang tumbuh lebih tinggi terkena terpaan angin yang lebih kencang. Karena sejak awal aku hanya sulur-sulur yang mencoba tumbuh mendekat kepada sang mentari, aku tidak cukup kuat.
Aku ini rapuh dan mudah patah.
Seperti sekarang, saat aku membaca ulang apa yang kami kerjakan. Kalau boleh, aku akan menempatkan nama pemberian orang tuaku di urutan teratas. Tidak, mungkin kedua; setelah nama inti 1. Kalau boleh, aku tidak akan menyertakan jenis sulur-sulur lain yang merambat di pagar-pagar. Bukan ensiklopedi tanaman yang tengah kami buat, hanya laporan sederhana. Saking sederhananya sampai ditinggalkan begitu saja. Kalau boleh, aku akan memberi penghargaan pada mereka yang kurang dapat diandalkan. Apakah pangkat bintang cukup? Akan kurekatkan di gelar mereka.
Tapi kejahatan seperti itu tidak dapat diterima.
Aku tidak suka mengadu pada matahari, bahwa angin menyakitiku dan sulur-sulur yang merambati pagar-pagar tidak mau menolongku. Aku juga tidak suka berbisik dengan angin, meski aku sering mendengar angin berbisik-bisik dengan sulur-sulur lain. Karena aku lebih suka mengadu padamu. Meski aku tidak dapat mendefinisikan dengan pasti siapa dirimu, aku tahu kau adalah bagian dari kesatuan yang besar. Kau bukan sejenis sulur-sulur tanaman yang haus pancaran matahari seperti aku. Kau jauh lebih baik dari itu. Karena kau adalah kesatuan yang besar.
Jadi aku lebih suka mengadu padamu.
Ketika semua orang masuk ke dalam golongan mereka yang kurang dapat diandalkan, aku masih bisa mengandalkan dirimu, kan?
Kau-
…adalah bagian dari diriku.
Bogor, 28 November 2012

No comments:

Post a Comment