Saturday, December 1, 2012

Solid Dream

Biasanya mimpi itu berupa serangkaian kejadian acak tak lengkap. Seperti kalau bermimpi tentang pergi ke sekolah, pasti ada saja rintangan yang menghadang; misal persiapan belum beres, ketinggalan buku, bahkan terjebak macet. Pada akhirnya tidak pernah bermimpi sampai ke sekolah tanpa terlambat, sampai mengikuti pelajaran.
Tapi mimpi semalam dapat dikatakan cukup lengkap. Ada akhir yang pasti dari mimpi itu.
Agak-agak lupa, namun inti ceritanya adalah ada golongan yang mencoba membunuh aku dan keluargaku. Mereka adalah saudaraku. Tapi sepupuku yang merupakan bagian dari mereka melakukan pengkhianatan, dengan membantu kami melarikan diri dari ancaman. Sama seperti drama detektif di film, ada adegan pengejaran yang cukup memacu adrenalin. Penuh tipu muslihat, bagaimana mereka bersikap baik kepada aku dan keluargaku jika ada orang lain. Bahkan aku sempat mencekik leher sepupuku yang kedapatan peran menjadi orang jahat di mimpiku.
Aku tidak ingat bagaimana detailnya, yang jelas kami terbagi menjadi beberapa klan, hampir mirip yakuza. Seragam berbeda-beda menunjukkan identitas klan. Pada akhirnya, klan yang jahat, yaitu klan saudaraku, kalah. Ada adegan di mana kami, semua klan dengan mengenakan seragam identitas kami, berlarian di lorong yang panjang. Aku mengambil kesimpulan kekalahan klan saudaraku karena mereka tidak ikut berlari bersama kami. Entah bagaimana ceritanya, hanya seragam-seragam mereka yang melayang-layang. Tanpa badan. Bisa dibilang cukup horror untuk sebuah mimpi. Tapi semuanya terasa normal.
Jika di mimpi yang lain aku pasti sudah ketakutan, tapi tidak di mimpi semalam. Karena saat kami berlarian menuju ke satu tujuan, dimana keadaannya seperti lautan manusia yang saling berdesakan, ada tangan yang terulur padaku dan menggenggam tanganku. Seseorang dari klan lain, kalau tidak salah ia berseragam putih, sementara aku berseragam coklat. Ia menggenggam tanganku dan mengajakku berlari bersamanya, menerobos lautan manusia. Saat itu aku sadar bahwa yang kualami adalah mimpi. Tapi mimpi yang berbeda, karena saat itu aku juga berpikir bahwa dalam mimpi-mimpi yang sebelumnya, aku selalu kehilangan arah. Tidak ada yang membantuku mencari jalan keluar, tidak ada yang mengantarkanku ke sekolah. Aku berpikir bahwa mimpi kali ini begitu berbeda. Ada orang yang menuntunku, menggenggam erat tanganku, hingga kami pun sampai pada tempat yang kami tuju.
Tujuan akhir dari mimpiku, seperti sebuah kuil. Di sana kami menyalakan hio dan berdoa. Mendoakan orang yang sudah mati, orang yang kami semua hormati. Itulah akhir yang sebenarnya dari mimpiku. Aku berhasil sampai di tempat yang aku tuju, tanpa terlambat, tanpa rintangan yang berarti; karena ada yang menuntunku. Tidak ada yang terbunuh. Kami baik-baik saja. Pihak musuh bahkan kalah. Dan di akhir mimpi, seperti omake dalam anime, ditampilkan bagaimana kondisi mereka yang kalah. Salah satunya kukenali sebagai teman sekelasku, dengan mengenakan baju lapang departemen. Mereka ada di pinggir jalan dan kehabisan uang.
Dan aku terbangun.
Bogor, 24 November 2012
AN: dan saat nyari gambar di google pake keyword dark dream, takut sendiri lihat gambar-gambar yang keluar ._.

No comments:

Post a Comment