Friday, November 29, 2013

You Don't Know Love (2) - a Hetalia fanfiction

Disclaimer : Hetalia belongs to Hidekaz Himaruya
Warning : AU, omegaverse, OOC, yaoi
Broken
Sinar matahari sore keemasan menyusup masuk, jatuh pada sosok Alfred yang berdiri di dekat jendela, masih berusaha mengancingkan kemejanya. Rambut pirangnya terlihat berkilauan, seperti surai-surai emas yang menawan. Ada keringat yang mengalir pada pelipisnya, yang kemudian ia seka dengan helaan puas. Seringaian lebar masih menghiasi wajah tampannya. Ia terlihat seperti singa yang telah kenyang memangsa buruannya.
Puas dan lega.
Arthur mengalihkan perhatiannya, memandangi tangan kanannya yang mencengkeram sprei putih dengan longgar. Ia begitu lelah. Sepasang mata emeraldnya terasa berat. Berat dan sembab. Ada sisa-sisa air mata membercak pada pipi pucatnya. Mulutnya sedikit terbuka, masih dalam isak tanpa suara. Tenggorokannya sakit, hidungnya sakit, dan bagian tertentu dari tubuhnya terasa sakit luar biasa.
Air matanya menetes lagi.

Monday, November 4, 2013

You Don't Know Love (1) - a Hetalia fanfiction

Disclaimer : Hetalia belongs to Hidekaz Himaruya
Warning : AU, omegaverse, OOC, shounen ai (yaoi?)
Sudah hampir satu semester.
Arthur Kirkland menghela nafas. Ia mengangkat kepalanya dan memperhatikan keadaan sekitar. Semua orang terlihat sibuk melakukan kegiatannya masing-masing. Beberapa dari mereka tengah berdiskusi, ada yang sibuk mengerjakan soal, ada yang mengobrol santai, bahkan ada yang makan siang dengan tenangnya.
Arthur menghela nafas lagi, kemudian kembali membaca diktatnya.
Sudah hampir satu semester dia berada sini, menjadi bagian dari kelas ini, dengan orang-orang ini. Tapi hampir tidak ada yang berubah. Semua masih sama seperti saat awal-awal dia datang. Apakah dia akan terus berada di antara orang-orang ini sampai lulus? Apakah keadaan akan terus berlanjut seperti ini hingga dua setengah tahun ke depan?

Saturday, June 22, 2013

Across The Street (2)


Dia tinggal di seberang jalan. Di rumah megah bercat abu-abu suram yang dipagari oleh bunga petunia ungu.
...
“Pemuda yang tinggal sendirian di seberang jalan itu? Siapa namanya?”
Pemuda di seberang jalan?
“Lennix, Bu. Kedua orang tuanya sIbuk bekerja di seberang samudera. Oh, Ibu tahu, dia sangat pandai Matematika! Bahkan dia pernah menjuarai olimpiade! Dia anak tunggal, tapi orangnya sama sekali tidak manja dan arogan! Tadi dia membawakan kami semua cokelat yang enak-enak!”
Aku menghentikan goresan krayonku di atas kertas dan ikut mendengarkan celotehan Viona. Akhirnya aku dapat sebuah nama. Bukan Prince Charming, tapi sesuatu yang lebih spesifik dari itu.
Lennix.
Pandai Matematika dan tidak sombong.
Tunggu dulu. Dari mana Viona tahu semua itu?

Friday, June 21, 2013

Across The Street (1)

Dia tinggal di seberang jalan. Di rumah megah bercat abu-abu suram yang dipagari oleh bunga petunia ungu.
Aku gadis kecil berusia tujuh tahun. Aku tinggal bersama ayah, ibu, dan Viona kakak perempuanku yang begitu menyayangiku. Ah, aku hampir saja melupakan Simon; kucing mungil belang hitam-putih peliharaanku. Kami tinggal di rumah sederhana di pinggir jalan raya. Setiap pagi aku duduk di bingkai jendela, menghitung lalu lalang mobil yang jarang sambil menyeruput susu hangat. Aku tersenyum dan melambaikan tangan kepada ayah yang berangkat ke kantor, ibu yang pergi ke pasar, dan Viona yang pergi ke sekolah bersama teman-temannya. Kemudian hanya tinggal aku dan Simon yang tidur di sofa keluarga; mendengkur.

Wednesday, June 19, 2013

Another Tesla Lindocruz

Aaaah, I'm currently in love -again- with this gorgeous arrancar. Yes, the 50th and also Nnoitra Jiruga's only fraccion; Tesla Lindocruz. 


female version xD

Monday, June 17, 2013

Tesla Lindocruz - female version?

Uuuh, actually I didn't intend to make him a woman. I just wanted to draw a cute Tesla. That's how... But still, sweet, sweet Tesla, nee? :D

Tesla Lindocruz

Wednesday, June 12, 2013

Basket and Bubblegum - a Kurobasu fanfiction

Disclaimer : Kurobasu is not mine.
Alternate Universe. Shounen ai. AoKise.
XXX
“Aominecchi!”
Pemuda berambut biru gelap menghentikan langkahnya, menoleh, “Kise.”
Dan menunggu.
Kise berjalan ke arahnya.

Thursday, May 23, 2013

Akhir semester 6: Pembantaian Minggu ke-14

Oke, kali ini sedikit curhat tentang perkuliahan. Semester 6 ini dewa banget. Banyak ngelab dan bikin laporan, tulis tangan pula. Beralih dari masa-masa agak gabut semester 5 langsung digantikan sama semester 6 yang cetar membahana! #apasih

Seru sih sebenarnya. Banyak mata kuliah pengolahan hasil soalnya, banyak masak-masak jadinya. Praktikumnya sih enak, makan-makan; yang nggak enak itu buntut-buntutnya. Laporan. Kalo diketik sih masih lumayan, lah ini? Tulis tangan. Udah tahu masih belum bisa move on dari sistem sks, jadinya semaleman nulis sampai tangan keriting -_-

Okelah, semester 6 ini tinggal seminggu lagi kok, tinggal satu kali pertemuan lagi di minggu ke-14. Tapi nyatanya kita nggak bisa bebas begitu saja dari cekaman semester dewa ini. Banyak tugas numpuk yang deadlinya di minggu terakhir; minggu ke-14! #wow

Mau sedikit pamer aja sih, biar kelihatan sibuknya sebagai mahasiswa :p

  • Senin, 27 Mei 2013: ada tugas kuliah Teknik Pengolahan Telur dan Daging Unggas. Semacam resume jurnal dan bakal dipilih si ibu siapa yang beruntung dan akan presentasi -,-
  • Selasa, 28 Mei 2013: presentasi technopreneurship praktikum Teknik Pengolahan Telur dan Daging Unggas. Belum nyiapin laporan *mati* Ada juga tugas resume jurnal kuliah Teknologi Pengolahan Hasil Ikutan Ternak -,-
  • Rabu, 29 Mei 2013: Rabu ini hari paling dewa diantara hari dewa lainnya di semester 6. Dan tugas minggu terakhir ini gila-gilaan beneran! Presentasi dan bisnis plan technopreneurship Teknik Pengolahan Susu, ditambah laporan susu yang tulis tangan itu! Oh iya, jangan lupakan ujian praktikum Formulasi Ransum! xO
  • Kamis, 30 Mei 2013: Kamis di minggu terakhir jadi hari yang dewa juga! Imagine, ada dua ujian praktikum berturut-turut hari itu! Ilmu dan Teknologi Reproduksi sama Teknologi Pengolahan Hasil Ikutan Ternak! Entah apa jadinya ntar hari Kamis T_T
  • Jum'at, 31 Mei 2013 kalo udah ngelewatin hari Kamis biasanya udah bisa bernafas lega xD Tapi nggak tahu deh, tugas Satwa Harapan itu dikumpul kapan, apakah Jum'at nanti? Belum tahu juga akan ada tugas apa, karena besok ngelab Satwa Harapan juga.
Huaaah...ngelistnya aja bikin eneg xO

Nggak sampe di situ, tanggal 7 Juni ada ujian praktikum Susu. Terus masih ada tugas proposal rancob yang jadi tiket masuk ujian. Masih bingung juga mikirin tentang penelitian. Pengen ikut pelatihan HACCP juga. Pokoknya banyak yang harus dilakuin di akhir semester 6 ini! Dan kirain bisa terbebas dari cengkeraman semester dewa ini dengan mudah. Oh, I have never been so wrong...

Osh, ganbatte nee! orz

Satu lagi, sesuatu dari salah satu temen d'protector

credit to irfan

Thursday, May 16, 2013

Because mom cares

...and call back when I tried to call but couldn't reach. Ask if I still have money to continue my life. While most of the time I almost forget to think about her *blame my full-time schedule and assignments.

Sunday, March 24, 2013

Sup Daging

Written for my mother's birthday on March 21, 2013
...
“Ibu, aku ingin makan sup daging.”
Ibu hanya tersenyum. Tidak menyanggupi, tidak juga mencibir kesal. Tapi aku tahu kalau senyuman Ibu sudah cukup. Aku tidak benar-benar membutuhkan sup daging.
“Kunci semua pintu dan jendela. Jangan bukakan pintu untuk siapa pun. Ibu tidak mau melihatmu bermain-main di halaman rumah seperti kemarin.”
Kotak makan biru tua dijejalkan ke dalam tas yang sudah terlalu penuh. Oleh berlembar-lembar kain warna-warni, oleh bergulung-gulung benang pelangi, oleh benda apa saja yang bisa Ibu jejalkan ke dalam.

Sunday, March 3, 2013

Deadliners

Sedih memang, tapi harus secepatnya putus sama sks aka sistem kebut semalam. Nggak kan sanggup kalo selama semester 6 ini mesti berhubungan terus sama si sks. Harus bisa move on... *lebay

Ah iya, ini ada gambar sederhana, waktu itu buat makrab. Ceritanya ini sign kamar panitia XD


Thursday, February 28, 2013

Aku, Hujan, dan Kerudung Biru - 3

Bagian 3
Cepat sekali hari berlalu.
Padahal rasanya baru kemarin aku menyelesaikan laporan untuk praktikum hari Senin, sekarang aku sudah berkutat dengan rekapan data lagi untuk laporan yang harus dikumpulkan lusa.
Aku mengalihkan perhatianku dari lembaran data di tangan, mengedarkan pandangan ke sekeliling. Sudah 10 menit aku di sini dan belum ada yang datang lagi. Hanya ada aku dan pemuda berkacamata tebal yang duduk di bangku deretan depan.
Melirik jam tanganku, jarumnya menunjukkan angka 06.44.
Rupanya aku memang datang terlalu kepagian.

Friday, February 15, 2013

A happy life


I wanna live a free and happy life. Do whatever-things I wanna do. Just...I don't feel compatible with how I live right now. It doesn't seem right. I wanna run away, escape from my now reality. It doesn't feel good for me.

Will someone take my messy life? Take it far away from me?

Will you take my life? Take me with you?

Thursday, February 14, 2013

Glow in The Dark - a Durarara!!/デュラララ!! fanfiction

Disclaimer: Durarara!! © Ryougo Narita
Alternate universe.
“Sampai jumpa besok, Mikado!”
Masaomi melambaikan tangannya dengan semangat kepada temannya saat mereka berpisah di persimpangan jalan menuju rumah masing-masing. Anak laki-laki berambut coklat itu melangkah sambil melompat-lompat, tas punggung Pikachunya melambung naik-turun seirama dengan gerakannya.
“La-la-la! La-la~”
Mulut mungilnya menyenandungkan nada asal, membentuk seulas senyum yang menghiasi wajahnya, dengan pipi chubby merona merah. Kaki kecilnya melompat riang di atas lapisan tipis salju, hentakan yang sedikit lebih keras menyebabkan bagian sol sepatu putihnya menyala biru. Tidak begitu terlihat di siang hari seperti ini, tapi semalaman ia melompat-lompat girang hanya untuk melihat sepatu bersinarnya di tengah kegelapan kamar.

Tuesday, February 5, 2013

noface - no outline

Sekedar iseng nge-erase outline di SAI. But I love how it turns out :)



Buahahahahaa, aneh sih, tapi keren gimanaaa gitu XD

Badmood - komik version (Part 1)

Out of bored decided to make some comic.

Tadinya pengen fanfiction dijadiin doujinshi, itu si shounen ai Silence. Tapi nyerah duluan karena tingkat kesulitannya tinggi. Akhirnya nyeleweng ke fiksi sendiri. Tadinya mau si Kiss yang dijadiin komik-strip; eh, ternyata isinya kebanyakan monolog jadi susah (lebih ke males nyoba sebenarnya -_-).

Alhasil, Badmood pun baru setengah jadi. Susah karena banyak monolognya juga, apalagi posenya agak susahan. Tadinya (banyak kata-kata tadinya ._.) mau dibikin ala What if, simple gitu. Awalnya udah ngikutin style komik-strip simple banget, akhirnya entah kenapa hampir menyerupai komik; berpanel. Tapi belum selesai juga, susah sii emang kalo nggak bakat -___-

Badmood 1
Badmood 2

Badmood 3
Badmood 4

Badmood 5
Badmood 7

Badmood 8

Kata dari saya, Dani ganteng!
Uuuuh, menikmati banget pokoknya saat-saat ngedit si Dani, penuh cinta dan kasih~! *lebay* Tapi serius, saya puas sama hasil muka si Dani, yaah untuk ukuran komik-strip bagi saya dia udah good-looking, cocok sama ceritanya. Yang agak kecewa sama si Zian, dia kok jadinya keliatan lebih tua dari Dani? ._.

Eh iya, game Fruit Ninja, tau kan? Itu game favorit saya. Yaah, meski hape buluk punya saya bukan layar sentuh yang bisa buat main itu. Kalo main Fruit Ninja dapet minjem dari Kak Gilang :* (kiss buat Kakak! XD). Tapi si Ninja nya saya ngasal sendiri. Kepikiran juga, itu mirip apaaa gitu. Akhirnya inget setelah adek saya yang komentar; "Itu mirip CJ7!". Alamaaak, baru inget saya ._.

Ohiya, setelah ngedit gambar-gambar tersebut, saya jadi suka sama noface. Pas kelar ngedit semuanya di SAI, Layer 1 yang isinya outline gambar di erase. Akhirnya jadilah noface, outlineless. Keren gimanaaa gitu kata aku~ :D

*Ah, ahou ka? Yang part 6 malah belum diupload karena belum diedit warnanya -___-
Pssst...semoga saja part 2 segera selesai dibikin draftnya, terus digambar yg bener. terus diedit ._.

Saturday, February 2, 2013

Colorful like a kid

Bright, bright colors. Like a kid, indeed.

Sebenernya alasan utama mengapa kalo ngedit gambar pake warna-warna yang cerah dan cenderung solid, karena emang nggak bisa nge-blend warnanya, hahaha XD

Akhirnya selalu berakhir dengan bright color; childish ya kesannya :)


  • Maksudnya mau ngewarnain kucingnya pake pola bulu si Mitty, tapi susah. Jadinya nggak jelas gitu deh warnanya. Tau gitu pake pola Nyanko-sensei aja ya? :p Ceritanya sih ceweknya mau merepresentasikan saya, tapi kok agak maksa ya? Soalnya itu gambar nyontek sih, hahaa


  • Natsume sama Nyanko-sensei lagi di onsen, hahaa. Lupa nggak ngeganti tato di mukanya Nyanko-sensei, harusnya warnanya merah ._. Susah nyari blend warna rambut Natsume yang tepat. Ngeliat beberapa gambar dan warnanya beda-beda. Bingung kan jadinya -_- 


  • Crossover Bleach-Natsume Yuujinchou! Tesla-kun dan Nyanko-sensei~! :D Itu ngedit matanya Tesla setengah mati beneran. Berulang-ulang hasilnya dia nggak ngeliat ke bawah. Terus tadi malem sebelum bobok iseng-iseng ngedit lagi, akhirnya bisa juga dia dibikin ngeliat ke bawah :D

Pelajaran kali ini; nge-blend warna background. Masih sederhana dan asal aja sih. Maa ii ka? Ntar belajar lagi deh kalo lagi pengen :p *plak

Sunday, January 27, 2013

Kiss

“Orin!”
Aku mengangkat kepalaku dan tersenyum membalas cengiran lebar yang Adith kembangkan.
“Choco-milkshake as you wish, mi Senorita.”
Aku tertawa kecil dan menerima gelas cup plastik yang ia sodorkan.
“Makasih.”
“Cuma makasih doang? Itu mahal loh, goceng satunya!” Adith berujar sembari melompat duduk di sebelahku. Pada bangku semen yang terasa dingin permukaannya.
Aku hanya tertawa menanggapi kelakarnya.
Lalu tawaku mereda dan kami terdiam. Mendengarkan suara debur ombak yang menyapu bibir pantai. Menghirup aroma eksotika laut yang dibawa oleh angin menuju daratan. Memandang jauh horizon yang tampak samar, batas antara langit dan samudra. Mengamati titik-titik hitam di kejauhan yang berupa perahu-perahu nelayan pada kanvas birunya lautan.

Friday, January 18, 2013

21st


Actually, it was yesterday. That very 17th January.

It passed with nothing, really. Hard raining in the early morning, exam at 8 am; and ended with my journey went home; 12 hours straight on the bus.

No birthday present, no cake. Nothing.

Even though, somehow, I feel this is how it ought to be. I'm no longer a kid. When I woke up in the early-rainy-morning, I thought the day was just the same. It's only 17th on the month, what's so special about it?

Am I being mature? Or being depressed because of exam? Hahaa, beats me.

Ah, I just remember that I started to write down my wishes since H-6. Only because the exam would be so boring and I didn't have any better things to do other than scribbling on my paper. It stopped at H-5, though. For I forgot the reason why did I do that in the first place; exam surely took up most of my time. Oh, scratch that! Took up most of my time to avoid! I did not study well, I must admit.

Well, yeah...old habits die hard, no?

And by the way, even if there was nothing, I still felt kinda being loved, ahahahaa. Somehow, it felt better like this. Ah, my heart is still warm, despite the cold, cold morning... :p

Sunday, January 13, 2013

In color

Subuh-subuh ujan, dingin, berakhir dengan ngedit gambar


Tentang gambar: in color, versi warna dari gambar sebelumnya. Itu ceweknya ceritanya dia lagi mau mandi apa gimana, nude-nude gitu, hahaa. Masih aneh aja emang mukanya keseluruhan. Body nya juga aneh yaa, tapi maksudnya biar nggak begitu kentara kesan nudisnya, hahahaa

Butuh hape kamera ato scanner, mungkin. Itu saking-sakingnya nggak punya apa-apa akhirnya pake kamera leptop yang burem. Bleaching gambarnya susah euy, mesti dierase semua. Mulai repot karena nggak ada fasilitas yang mendukung, sementara mulai pengen serius belajar ngegambar ._.

Friday, January 11, 2013

Random-random

...banyak hal yang lebih asik dari belajar. Indeed ._.


Akhir-akhir ini lagi seneng ngegambar. Tapi masih nyontek-nyontek dari gambar lain sih, belum bisa ngapa-ngapain soalnya -___-

Itu maksudnya pengen nyontek gambar ini


Masih jauh banget. Matanya aneh, segala-galanya aneh. Ah, apa deh...ini ngapain juga ngegambar-gambar nggak jelas. Padahal besok ujian penkom dengan materi seabrek dan belum dibaca sama sekali! *go to hell

Wednesday, January 9, 2013

Aku, Hujan, dan Kerudung Biru - 2

Bagian 2
“Zakki, tanah yang sebelah sini masih terlalu keras!”
Aku menengadahkan kepalaku. Siang yang terik di bawah sengatan matahari. Lain kali aku akan memakai topi yang lebih meyakinkan daripada topi baseball ini. Peluh membasahi dahi dan pelipisku, mengalir turun meninggalkan kesan lengket yang membuatku mengernyitkan alis. Aku menyeka keringatku dengan punggung tangan. Tapi tak lama kemudian aku mengutuk perlahan, baru sadar kalau tanganku belepotan tanah.
Menanam bukan kegiatan yang tidak kusukai. Tapi mencangkul sepetak tanah bukanlah perkara mudah. Sialnya, Ryan harus jatuh sakit di saat yang tidak tepat seperti hari ini. Akhirnya aku harus menggulung lengan kaosku tinggi-tinggi dan menyelesaikan pekerjaan kasar ini seorang diri. Tidak mungkin aku membiarkan dua gadis teman sekelompokku ikut-ikutan mengangkat cangkul.
Aku tidak mencoba menjadi pahlawan, tapi memang ini tugas laki-laki.

Tuesday, January 8, 2013

Ketua Kelas

Source: google
Sinar hangat mentari pagi menerobos masuk melalui celah tirai yang sedikit tersibak dan jatuh tepat mengenai wajah seorang anak yang masih tertidur pulas dengan posisi meringkuk memeluk guling. Merasakan wajahnya menghangat ia membalikkan badannya sehingga punggungnya menghadap jendela, kemudian meneruskan tidurnya. Tidak peduli dengan kicauan burung yang bertengger di ranting pepohonan di luar. Tidak peduli dengan sayup-sayup suara yang memanggil namanya.
Pintu terbuka dan seorang gadis berseragam putih abu-abu masuk sambil membenarkan posisi kerudung yang tersampir pada pundaknya. Ia terkejut melihat adiknya yang masih meringkuk dengan santainya di atas tempat tidur.
“Astaghfirullah, Aji! Sudah hampir jam setengah tujuh ini, ayo bangun!”
“Hhn-” Hanya itu responnya.
Urat berkedut nampak di pelipis kiri gadis bernama Kika itu. Dia meraih bantal di ujung tempat tidur yang jika tersenggol sedikit lagi akan jatuh dan menimpa buku-buku yang berserakan di bawahnya.
“Heh, bangun! Mau tidur sampai kapan kamu? Ini kan hari pertamamu masuk kelas!” Kika memukul punggung Aji menggunakan bantal. “Bangun, bangun!”
“Aaah...Kakak berisik nih!”