Sunday, January 27, 2013

Kiss

“Orin!”
Aku mengangkat kepalaku dan tersenyum membalas cengiran lebar yang Adith kembangkan.
“Choco-milkshake as you wish, mi Senorita.”
Aku tertawa kecil dan menerima gelas cup plastik yang ia sodorkan.
“Makasih.”
“Cuma makasih doang? Itu mahal loh, goceng satunya!” Adith berujar sembari melompat duduk di sebelahku. Pada bangku semen yang terasa dingin permukaannya.
Aku hanya tertawa menanggapi kelakarnya.
Lalu tawaku mereda dan kami terdiam. Mendengarkan suara debur ombak yang menyapu bibir pantai. Menghirup aroma eksotika laut yang dibawa oleh angin menuju daratan. Memandang jauh horizon yang tampak samar, batas antara langit dan samudra. Mengamati titik-titik hitam di kejauhan yang berupa perahu-perahu nelayan pada kanvas birunya lautan.

Friday, January 18, 2013

21st


Actually, it was yesterday. That very 17th January.

It passed with nothing, really. Hard raining in the early morning, exam at 8 am; and ended with my journey went home; 12 hours straight on the bus.

No birthday present, no cake. Nothing.

Even though, somehow, I feel this is how it ought to be. I'm no longer a kid. When I woke up in the early-rainy-morning, I thought the day was just the same. It's only 17th on the month, what's so special about it?

Am I being mature? Or being depressed because of exam? Hahaa, beats me.

Ah, I just remember that I started to write down my wishes since H-6. Only because the exam would be so boring and I didn't have any better things to do other than scribbling on my paper. It stopped at H-5, though. For I forgot the reason why did I do that in the first place; exam surely took up most of my time. Oh, scratch that! Took up most of my time to avoid! I did not study well, I must admit.

Well, yeah...old habits die hard, no?

And by the way, even if there was nothing, I still felt kinda being loved, ahahahaa. Somehow, it felt better like this. Ah, my heart is still warm, despite the cold, cold morning... :p

Sunday, January 13, 2013

In color

Subuh-subuh ujan, dingin, berakhir dengan ngedit gambar


Tentang gambar: in color, versi warna dari gambar sebelumnya. Itu ceweknya ceritanya dia lagi mau mandi apa gimana, nude-nude gitu, hahaa. Masih aneh aja emang mukanya keseluruhan. Body nya juga aneh yaa, tapi maksudnya biar nggak begitu kentara kesan nudisnya, hahahaa

Butuh hape kamera ato scanner, mungkin. Itu saking-sakingnya nggak punya apa-apa akhirnya pake kamera leptop yang burem. Bleaching gambarnya susah euy, mesti dierase semua. Mulai repot karena nggak ada fasilitas yang mendukung, sementara mulai pengen serius belajar ngegambar ._.

Friday, January 11, 2013

Random-random

...banyak hal yang lebih asik dari belajar. Indeed ._.


Akhir-akhir ini lagi seneng ngegambar. Tapi masih nyontek-nyontek dari gambar lain sih, belum bisa ngapa-ngapain soalnya -___-

Itu maksudnya pengen nyontek gambar ini


Masih jauh banget. Matanya aneh, segala-galanya aneh. Ah, apa deh...ini ngapain juga ngegambar-gambar nggak jelas. Padahal besok ujian penkom dengan materi seabrek dan belum dibaca sama sekali! *go to hell

Wednesday, January 9, 2013

Aku, Hujan, dan Kerudung Biru - 2

Bagian 2
“Zakki, tanah yang sebelah sini masih terlalu keras!”
Aku menengadahkan kepalaku. Siang yang terik di bawah sengatan matahari. Lain kali aku akan memakai topi yang lebih meyakinkan daripada topi baseball ini. Peluh membasahi dahi dan pelipisku, mengalir turun meninggalkan kesan lengket yang membuatku mengernyitkan alis. Aku menyeka keringatku dengan punggung tangan. Tapi tak lama kemudian aku mengutuk perlahan, baru sadar kalau tanganku belepotan tanah.
Menanam bukan kegiatan yang tidak kusukai. Tapi mencangkul sepetak tanah bukanlah perkara mudah. Sialnya, Ryan harus jatuh sakit di saat yang tidak tepat seperti hari ini. Akhirnya aku harus menggulung lengan kaosku tinggi-tinggi dan menyelesaikan pekerjaan kasar ini seorang diri. Tidak mungkin aku membiarkan dua gadis teman sekelompokku ikut-ikutan mengangkat cangkul.
Aku tidak mencoba menjadi pahlawan, tapi memang ini tugas laki-laki.

Tuesday, January 8, 2013

Ketua Kelas

Source: google
Sinar hangat mentari pagi menerobos masuk melalui celah tirai yang sedikit tersibak dan jatuh tepat mengenai wajah seorang anak yang masih tertidur pulas dengan posisi meringkuk memeluk guling. Merasakan wajahnya menghangat ia membalikkan badannya sehingga punggungnya menghadap jendela, kemudian meneruskan tidurnya. Tidak peduli dengan kicauan burung yang bertengger di ranting pepohonan di luar. Tidak peduli dengan sayup-sayup suara yang memanggil namanya.
Pintu terbuka dan seorang gadis berseragam putih abu-abu masuk sambil membenarkan posisi kerudung yang tersampir pada pundaknya. Ia terkejut melihat adiknya yang masih meringkuk dengan santainya di atas tempat tidur.
“Astaghfirullah, Aji! Sudah hampir jam setengah tujuh ini, ayo bangun!”
“Hhn-” Hanya itu responnya.
Urat berkedut nampak di pelipis kiri gadis bernama Kika itu. Dia meraih bantal di ujung tempat tidur yang jika tersenggol sedikit lagi akan jatuh dan menimpa buku-buku yang berserakan di bawahnya.
“Heh, bangun! Mau tidur sampai kapan kamu? Ini kan hari pertamamu masuk kelas!” Kika memukul punggung Aji menggunakan bantal. “Bangun, bangun!”
“Aaah...Kakak berisik nih!”